
Kami berjalan di atap sekolah yang sama.
selama 3 tahun SMA, nama kami tak pernah saling sapa. Tuhan menyimpan pertemuan kami untuk waktu yang tepat.
Lulus sekolah, hidup membawa kami ke arah masing-masing. Sampai di satu malam yang biasa, notifikasi Instagram menyala. Hanya satu kalimat sederhana “Hai, kamu yang dulu SMA di SMAKERS ya?”
Siapa sangka, dari satu pesan itu, semesta pelan-pelan merangkai kita.
Di bulan Januari 2025, di bawah langit yang sama yang dulu jadi saksi kita berpapasan tanpa kenal, ia membawa cincin beserta keluarganya bertanya apakah aku mau melewati sisa hidup bersamanya? Dan dengan hati yang utuh, aku bilang IYA
Perjalanan kami tidak selalu mulus. Ada salah paham, ada jarak, ada air mata. Tapi setiap kali ingin menyerah, kami ingat kami sudah berjalan sejauh ini bersama.
Dan kini bulan Juni 2026, kami duduk kami mengikrarkan janji suci pernikahan di depan Tuhan, menjalani ibadah terpanjang. Terima kasih sudah menjadi saksi bahwa cinta yang ditakdirkan, akan selalu menemukan jalan pulang.