















Pertemuan kami dimulai secara sederhana—di sebuah tempat kerja, pada bulan Agustus 2021. Tidak ada yang istimewa pada awalnya, hanya dua orang yang dipertemukan oleh rutinitas. Namun dari kesederhanaan itu, tumbuh rasa yang perlahan menjadi berarti.
Di mata Arie, Lira adalah sosok yang pendiam, berbeda dari yang lain, dan justru itulah yang menghadirkan rasa penasaran yang tak biasa. Sementara bagi Lira, Arie adalah pribadi yang baik dan dewasa—seseorang yang memberi rasa tenang sejak awal.
Hubungan kami tidak dimulai dengan pernyataan cinta yang dramatis. Tidak ada momen “penembakan” seperti kebanyakan cerita. Yang ada hanyalah sebuah kalimat sederhana namun penuh makna—permintaan untuk menunggu selama empat tahun, sambil tetap menjaga komunikasi dan kepercayaan. Sebuah janji yang pada akhirnya benar-benar ditepati.
Seiring waktu, kami belajar bahwa hubungan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang bagaimana menyelesaikan setiap ketidaksempurnaan bersama. Setiap perbedaan tidak pernah dibiarkan berlarut. Kami bersepakat, tidak ada tidur dalam keadaan marah, dan tidak ada langkah keluar rumah tanpa saling berdamai. Komunikasi selalu menjadi jembatan yang menjaga kami tetap utuh.
Pada akhirnya, keyakinan itu tumbuh bukan karena hal besar, melainkan karena kesadaran sederhana—bahwa kami saling membutuhkan, saling melengkapi, dan saling memilih, setiap hari.
Dan kini, setelah perjalanan yang penuh kesabaran dan komitmen, kami melangkah menuju babak baru dalam hidup kami. Dengan penuh rasa syukur, kami menantikan hari di mana kami akan mengikat janji suci pada tanggal 27 Juni 2026—sebuah awal dari selamanya, yang kami pilih bersama.