























Kami telah saling mengenal sejak lama karena tinggal di desa yang sama dan Dulu pernah berada dalam satu Runggun. Oleh karena itu, kami kerap bertemu dalam berbagai kegiatan gereja. Hubungan kami pada awalnya hanya sebagai teman biasa layaknya orang yang tinggal di satu desa pada umumnya, tanpa adanya kedekatan khusus.
Kedekatan mulai terjalin pada tanggal 23 Maret 2024, saat kami pergi ke suatu tempat untuk menemani seorang teman yang sedang melakukan pendekatan (PDKT). Dalam perjalanan tersebut, kami terlibat dalam berbagai percakapan ringan yang secara perlahan menjadi semakin hangat dan menyenangkan.
Meskipun demikian, pada saat itu kami masih menganggap semua yang terjadi hanya sebagai candaan semata.
Sejak hari itu kami menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, awalnya kami menganggap hubungan kami itu hanya untuk "bercandaan" saja kalo kata edi "nambah koleksi mantan" hahaha, seiring berjalannya waktu tibalah dimana kami tak menyangka kalo kami itu sudah jatuh cinta sampai kami sama sama takut kehilangan. Tetapi, tetap aja kami ngejalani hubungan ini dengan mementingkan kesenangan diri kami, bukan memikirkan perasaan pasangan kami, tapi di akhir cerita menurut kami dari banyaknya masalah, tantangan, rintangan, tawa itulah yang membuat kami tetap bertahan dan mengajarkan kami arti kesabaran dan pengertian terhadap satu sama lain.
Kami memutuskan untuk membawa hubungan kami ke arah yang lebih serius karena telah yakin mampu menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Langkah awal yang kami lakukan adalah mempertemukan kedua keluarga. Setelah pertemuan tersebut, keluarga sepakat menentukan tanggal untuk pertemuan berikutnya. Pada tanggal 27 November 2025, kami melangsungkan acara MBS (Mbaba Belo Selambar) sebagai bentuk lamaran resmi. Sejak saat itu, cinta yang kami jalani bukan lagi hanya tentang kami berdua, melainkan juga tentang restu dan doa dari keluarga.
Momen ini menjadi langkah awal dari babak baru dalam kisah cinta kami, sebuah perjalanan yang akan dipenuhi dengan tawa dan kebahagiaan. Bersama-sama, kami akan mengarungi kehidupan dengan penuh harapan dan kasih.
Kami percaya bahwa bukan karena pertemuanlah kami berjodoh, tetapi karena Tuhan lah kami berjodoh, kami dipertemukan dan dipersatukan. Maka dari karena itu, kami memutuskan untuk mengikrarkan janji suci kami pada bulan Januari ini, dengan melangkah ke altar kudus dan menerima berkat Tuhan.
Kami meyakini bahwa perjalanan ini merupakan rancangan indah yang Tuhan berikan bagi kebahagiaan kami. Melalui kebahagiaan ini, Tuhan ingin kami membagikannya kepada semua orang yang kami kasihi, agar melalui sikap dan perbuatan kami, nama Tuhan senantiasa dimuliakan.