














Perjalanan pertemanan yang cukup panjang ketika kami mengenal satu sama lain sejak masih duduk disekolah dasar, khususnya pada pertemuan sekolah minggu di gereja, hingga akhirnya kami tumbuh dimasa remaja, dan masa muda yang melayani Tuhan bersama sama. Tetapi tanpa rasa dan dugaan untuk jatuh cinta.
Kami menyadari sesuatu yang berbeda ketika bertemu kembali setelah dipisahkan oleh jarak karena pendidikan. Kharis yang menjengkelkan dan Kuncoro yang misterius dipertemukan dalam waktu dan kesempatan yang hangat ketika melayani bersama sama di pedalaman Sintang. Rasa itu tumbuh ketika kami melihat sesuatu yang berbeda, ada kedewasaan yang membuat rasa jatuh cinta itu mulai tumbuh hari lepas hari.
Kami memutuskan untuk menjalani pengenalan lebih dalam, dimulai dengan berkomitmen untuk tumbuh bersama dalam Tuhan. Kami memulai suatu langkah baru lewat saat teduh yang kami jalani kurang lebih 5 tahun ini. Terlebih setelah Kharis menantang saya dengan berkata "kalau mau sama aku, do'akan". Itu membuat kegerakan dan gejolak bahwa dalam hubungan ini harus ada Tuhan didalamnya. setiap tahun ada warna warna yang baru, kami melewati banyak fase bersama, saling mendorong dan mendoakan, saling menerima dan terbuka, saling merindu dan dirindu.
Dimulai dengan sama-sama menyelesaikan kuliah Sarjana, kemudian Kharis melanjutkan perkuliahan profesi untuk menjadi Psikolog, dan Kuncoro memulai pekerjaan sebagai Pegawai Pemerintah. semua capaian ini dalam prosesnya membuat kami makin hari makin mencintai satu sama lainnya. Membuat kami terikat lebih dalam.
Keputusan ini kami bicarakan dan do'akan. Pada akhirnya setelah Tuhan menjawab banyak doa-doa kami satu persatu, akhirnya kami memutuskan untuk menikah.
"TUHAN membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Indah saat Dia mempertemukan, indah saat Dia menumbuhkan kasih, dan indah saat Dia mempersatukan kami dalam ikatan pernikahan kudus".