











Setiap pertemuan telah Allah tuliskan jauh sebelum kami saling mengenal. Sebagaimana untaian hikmah dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, "Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu." Dan kami percaya, takdir selalu mengetahui arah pulang.
Kami berdiri di bawah langit yang sama, meski terbentang jarak sekitar 2.080 kilometer di antara kami. Berawal dari sebuah perkenalan sederhana di media sosial, yang kala itu tampak begitu biasa, ternyata menjadi pintu menuju kisah yang telah lama dipersiapkan oleh-Nya. Dari pertemuan yang tak pernah kami rencanakan, tumbuhlah sebuah cerita yang tak pernah ingin kami akhiri.
Jarak mengajarkan kami makna cinta yang sesungguhnya. Mencintai tanpa harus selalu bertemu, merindukan tanpa harus menggenggam, mempercayai tanpa harus selalu melihat, dan menjaga kesetiaan meski dipisahkan ruang serta waktu.
Di setiap rindu yang tertahan, kami belajar tentang kesabaran. Di setiap doa yang kami langitkan, kami belajar tentang harapan. Perlahan kami bertumbuh, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga dalam iman, keyakinan, dan kedewasaan. Kami percaya, setiap langkah yang kami tempuh adalah bagian dari skenario terindah yang telah Allah gariskan sejak awal.
Seiring berjalannya waktu, keyakinan itu semakin mengakar. Kami menyadari bahwa perjalanan ini bukan lagi tentang "aku" dan "kamu", melainkan tentang "kita"—dua hati yang memilih berjalan berdampingan, saling menguatkan, menerima segala perbedaan, dan melengkapi setiap kekurangan.
Dengan restu kedua keluarga serta ridha Allah, kami mengikat sebuah janji dalam pertunangan. Sebuah ikhtiar yang menjadi saksi bahwa cinta ini bukan sekadar rasa, tetapi sebuah komitmen untuk melangkah menuju masa depan yang sama.
Dengan penuh syukur, kami berhasil melewati setiap ujian, keraguan, dan badai yang mengiringi perjalanan ini. Semua menjadi bukti bahwa cinta yang dijaga dengan doa akan selalu menemukan jalannya.
Kini, kami menyempurnakan kisah ini dalam ikatan suci pernikahan. Bukan sebagai akhir dari perjalanan, melainkan awal dari selamanya—untuk saling menggenggam dalam suka maupun duka, bertumbuh dalam cinta, menua dalam kebersamaan, dan saling mengantarkan hingga Allah mempertemukan kami kembali di jannah-Nya.
Bismillahirrahmanirrahim...
Inilah awal dari selamanya.
Semoga setiap langkah yang kami tempuh senantiasa dipenuhi cinta, keberkahan, dan rahmat-Nya.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.