














Awalnya, kita hanya dua orang asing yang kebetulan dipertemukan oleh waktu. Tidak ada yang benar-benar istimewa saat itu hanya sapa sederhana, obrolan ringan, dan tawa yang belum berarti apa-apa. Tapi entah kenapa, dari hal-hal kecil itu, perlahan tumbuh rasa nyaman yang sulit dijelaskan.
Hari demi hari berlalu, kita mulai saling mengenal lebih dalam. Dari cerita masa lalu, mimpi yang belum tercapai, sampai hal-hal kecil yang justru membuat kita semakin dekat. Kita belajar menerima kekurangan masing-masing, memahami perbedaan, dan tetap memilih untuk bertahan.
Tidak selalu mudah. Ada waktu di mana kita berbeda pendapat, ada ego yang harus diturunkan, dan ada air mata yang tak terhindarkan. Tapi justru dari situ, kita belajar bahwa cinta bukan hanya tentang bahagia, tapi juga tentang bertahan dan memperjuangkan.
Sampai akhirnya, kita sadar… bahwa perjalanan ini bukan lagi sekadar kebersamaan biasa. Ada keyakinan yang tumbuh, bahwa kamu adalah orang yang ingin aku temani, bukan hanya hari ini, tapi juga untuk selamanya. dan pada akhirnya hari itu pun tiba Saat aku memilihmu kemudian melamarmu di bulan September 2026, bukan karena semuanya sempurna, tapi karena bersamamu, semua terasa cukup. Kita mengikat janji, bukan hanya di hadapan orang lain, tapi juga di hadapan hati masing-masing.
Dari awal yang sederhana, kini kita melangkah sebagai satu. Bukan lagi “aku” dan “kamu”, tapi “kita” yang siap menghadapi hari esok, apapun bentuknya.